Breaking News
Loading...
Friday, March 6, 2015

Apa Itu Bisnis?

 Posted by: Basyiri Rahmanto (14.01.3456)

what, business, decription

I. PENDAHULUAN
Dalam ilmu perekonomian, bisnis tindakan menjual barang atau menawarkan jasa kepada konsumen atau kegitan berbisnis lainnya, dengan tujuan memperoleh laba. Secara sejarah kata-kata bisnis diambil dari bahasa Inggris yang disebut business, dengan kata dasar yang mempunyai arti “sibuk” dalam arti “sedang sibuk untuk mengerjakan pekerjaan dan kegiatan yang bisa mendatangkan keuntungan” dalam ruang lingkup komunitas, masyarakat, atau individu.

II. ISI
Didalam ekonomi kapitalis, banyaknya bisnis dimiliki para pihak swasta, bisnis tersebut dibangun hanya sekedar untuk menambah kesejahteraan dan memperoleh profit. Pemilik dan pekerja dari sebuah bisnis akan memperoleh upah sesuai dengan usaha, waktu atau modal yang sudah mereka berikan. Tetapi semua bisnis yang ada tidak hanya menginginkan keuntungan seperti hal yang disebutkan sebelumnya. Contoh bisnis yang tidak mengejar keuntungan ialah bisnis koperatif yang mempunyai tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya atau institusi pada pemerintahan yang mempunyai tujuan untuk mensejahterkan rakyat. Tipe bisnis tersebut bertentangan dengan sistematik sosialistik, dimana bisnis-bisnis besar yang kebanyakan dimiliki oleh serikat pekerja, masyarakat umum, atau pemerintah.

Dilihat dari segi etimologi, bisnis merupakan keadaan seseorang atau kelompok orang yang sedang sibuk melakukan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Kata-kata “bisnis” mempunyai 3 penggunaan, tergantuk wadahnya. Pemakaian singular kata-kata “bisnis” merujuk kepada suatu badan usaha, ialah ekonomis yang mempunyai tujuan mencari keuntungan, teknis, dan kesatuan yuridis (hukum). Pengunaan lebih luas lagi bisa merujuk kepada sektor pasar-pasar tertentu, contohnya “bisnis di bidang pertelevisian”. Pemakaian kata yang sangat luas merujuk kepada keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh sebuah komunitas penyedia jasa dan barang. Meski demikian definisi “bisnis” yang benar masih dijadikan bahan debat oleh kalangan tertentu
hingga saat ini.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer